Beranda » Tragedi Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati: Pedagang Terpaksa Selamatkan Diri, Harta Benda Hangus Dilalap Api

Tragedi Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati: Pedagang Terpaksa Selamatkan Diri, Harta Benda Hangus Dilalap Api

Jakarta Timur – Kebakaran hebat melanda los pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025). Cepatnya perambatan api, ditambah suara ledakan yang mengiringi, memaksa para pedagang meninggalkan barang dagangan mereka dan memprioritaskan keselamatan diri.

Baca Juga : Kontroversi Klaim Gencatan Senjata AS: Thailand Tingkatkan Serangan di Perbatasan Kamboja

Salah satu pedagang buah pepaya yang menjadi korban, Edi (52), menggambarkan betapa cepatnya bencana itu terjadi. Ia mengaku tak sempat menyelamatkan aset apa pun.

“Ya, barang enggak, orang duit saja enggak keselamatin. Takutnya ada gas yang meledak kan kami lari. [Dalam] dua menit sudah [besar],” ucap Edi di lokasi kejadian. Pernyataan ini menunjukkan kepanikan ekstrem di tengah ancaman ledakan yang membuat pedagang memilih mengamankan nyawa di atas harta benda.

Kerugian Tak Terhitung dan Dugaan Sumber Api

Hingga saat ini, Edi belum dapat memperkirakan besaran kerugian yang dideritanya. Kerugian terasa semakin berat lantaran buah pepaya yang hangus terbakar baru saja diturunkan dari truk sesaat sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

“Kalau kerugian ya kami belum cek semua, karena barang dagangan juga baru turun kan gitu,” jelasnya, mengindikasikan bahwa modal dagangan yang hilang sangat besar.

Mengenai sumber api, Edi menduga kebakaran bermula dari sebuah toko plastik yang berlokasi tidak jauh dari los miliknya.

“Ya kalau awal kejadian kami enggak tahu semua nih. Tahu-tahu ada api dari atas, saya teriak-teriak ada kebakaran. Cuma habis itu anak buahnya [toko plastik] itu tiba-tiba ya istilahnya pada ribut semua,” tuturnya.

Upaya Pemadaman Gagal dan Kepanikan Massal

Para pedagang dilaporkan sempat berupaya melakukan penanggulangan awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, api yang membesar dengan kecepatan tinggi membuat upaya ini sia-sia. Faktor material bangunan los semi permanen yang mudah terbakar, serta tumpukan peti-peti kayu di depan los, diduga kuat menjadi pemicu utama perambatan api yang tidak terkendali.

Saat kobaran api terlihat melahap bangunan los dengan lidah api berwarna oranye menyala dan asap hitam tebal membubung tinggi, kepanikan menyelimuti seluruh area pasar. Sejumlah pedagang terlihat berlarian menjauhi lokasi sesaat setelah suara ledakan terdengar.

Edi juga menyoroti upaya penyelamatan nyawa yang lebih penting, mengingat ada anggota keluarga dan karyawan yang berada di sekitar los.

“Ya, menanggulangi kan punya kami sendiri. Nyelamatin apa, anak-anak yang tidur di atas pun ada, ibu saya juga ada kan. Lah, motor saya juga diselamatin, enggak tahu yang nyelamatin siapa juga,” ungkapnya. Aparat kepolisian di lokasi kejadian segera mengambil tindakan cepat, meminta pedagang dan warga untuk menjauh dari titik kebakaran demi keselamatan dan kelancaran proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran.

madebekel

Kembali ke atas